Monday, February 11, 2008

Tumis Tauge Ikan Asin


tergerus aroma tumis tauge ikan asin
dibebat jarik lusuh motif batik cipratan sambal
bersilat tangan cekatan menjadi panglima diantara
bawang, ketumbar, serai, daun jeruk, terasi aih ya, terasi
di panggung tungku tungku berlatar belakang asap jelaga dan tumpukan kayu.
berseru ya, ya, silahkan, tanpa protes dan ketakutan
pada hiruk pikuk zaman yang menggila.

pementasan harianmu mak,
abadi di keropos denyut-denyut otak,
tak berkarat kilaumu diantara sampah kepala
rindu aku bersimpuh di kakimu yg berlumur debu debu surgawi

pulang aku mak,
ijinkan aku pulang pada kekekalan
dan meringkuk nyaman di rahimmu tanpa harus kau lahirkan
kembali, menjadi bagian kecil dari sederhana ksatriamu sama dengan anugerah ilahi tak tergambarkan.

lalu mulailah menembangiku legenda kuda-kuda bersayap di negeri asalmu.


yogya, 18 okt 2006

No comments:

Post a Comment