Monday, October 12, 2009

bukan dari kepalaku tapi angin berisik di senin pagi itu

karena jubah malam terlalu pendek
untuk kita tarik menyelimuti igauan-igauan akhir pekan
yang terlihat hanya permen segala rasa di dalam
setoples bergambar kuda bersayap bulan

kutekan tombol karet berangka
kubicara pada suara dalam kotak lubangnya
kuletakkan kembali ke tempat semula
kuusir dengung suara yang masih di telingaku
biar pergi sejauh-jauhnya
dari seninku

1 comment:

  1. juga desaunya berbentuk pesan yang selalu mengusikmu
    mengikuti jejak pekan akhir
    yang menyala nyala dikepalamu.tapi pintaku lepaskan igauan sepekan musim. biarkan berlalu,untuk menatap mentari esoknya lagi...

    ReplyDelete